anarindu.blogspot.com: JIKA AKU JATU CINTA
Ya Allah ampunkan mata ini yang dengan sengaja menikmati hal-hal yang bukan hak kami, mohon ampun ya Rabbi.Ya Allah, gerakkan hati kami untuk mencari tontonan yang mengajarkan kebaikan kepada kami, yang meneguhkan hati dan iman kami, gerakkan hati kami ya Allah, ampuni mata kami yang dengan liar menikmati tontonan maksiat itu ya Rabbi Tidak sadar, jam didinding telah menunjukkan pukul 06.00, saat dimana aku dan suamiku harus segera beranjak dari nikmatinya tontonan maksiat itu dan segera pergi ke tempat kerja, untuk menyambung hidup keluarga dan anakku tercinta. Setelah sebentar menggendong si buah hati dan menciumnya secara bergantian, aku dan suamikupun beranjak pergi, dengan mengucapkan Assalamu'alaikum dan da..da..buat si kecil. Setelah beberapa meter dari rumah, Astagfiruulah.. Ya allah, aku lupa menyebut nama-Mu untuk mengawali hariku pun tidak terucapkan doa saat aku harus pergi! Ampunkan kealpaanku ya Rabbi, ampun keteledoranku ya Kudus, ampuni kami yang sombong dan terlalu mengejar dunia. Setelah ingat aku baca doa sambil jalan bergegas, ya Allah.aku lupa lagi, tidak meniatkan kepergianku untuk beribadah kepada-Mu ya Allah. Hanya rutinitas, rutinitas dan rutinitas, lupa lagi lupa lagi, selalu dan selalu, ampunkan kami ya Allah, janganlah Engkau bosan menegur kami ya Kudus, ya Rahman ya Rahim.. Kuniatkan aku bekerja untuk mencari nafkah terlebih untuk beribadah kepada Allah sekedar membantu suami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bukan mencari karir atau popularitas diri. Setelah sampai di kantor, aku langsung menarik kursiku, kududuki dan ya Allah. aku lupa lagi!!! Ya Allah.aku tidak mengucapkan syukur Alhamdulillah sementaraEngkau telah mengantarku sampai dikantor dengan selamat, ampun lagi ya Rabb. Walau terlambat kusebut juga nama-Mu ya Allah, terlambat.dan selalu terlambat. Rutinitas kerja membuat aku harus konsentrasi sampai sering melupakan-Mu ya Rabb. Bahkan dalam bekerja sering emosi meletup-letup hanya masalah sepele saja, tak pernah terpikir olehku secara sadar bahwa kerjaku sesungguhnya hanya pantas untuk mengharapkan keridhoan-Mu. Kadang, selain urusan kantor juga urusan rumah tangga yang sebenarnya tidak perlu aku sikapi dengan emosi tinggi, tapi karena kebodohanku secara tidak sadar aku sering menyelesaikan masalah rumah tanggaku dengan emosi dan amarah. Bahkan sering menyakiti hati suamiku yang seharusnya aku patuhi setelah aku mematuhi-Mu ya Allah. maafkan aku suamiku, pembimbing hidup, ampunkan aku ya Rabb, selalu dan selalu tidak pernah menyadari bahwa hidupku hanya pantas mengharapkan ridho'-Mu karena segalanya adalah milik-Mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar