Selasa, 01 Februari 2011

cintazilla@yahoo.co.id
Saudaraku yang dirahmati Allah, ada banyak persoalan yang menghadang di depan
kita. Entah itu msalah pribadi, keluarga atau pun yang lebih luas dari itu.
Sebanding dengan banyaknya masalah, banyak pula cara yang dapat kita lakukan
untuk menyelesaikannya. Bisa mengandalkan kecerdasan akal, kemampuan fisik,
harta kekayaan, relasi, atau apapun. Namun bagi saya sendiri, tidak ada yang
paling ampuh selain pertolongan Allah.

Mengapa pertolongan Allah? Tidak ada satu pun masalah yang terjadi, kecuali
atas izin Allah. Semuanya ada dalam genggaman Allah. Bila demikian, alangkah
mudahnya bagi Allah untuk membuka jalan kemudahan bagi siapapun yang ditimpa
masalah.

Karena itu, masalah terbesar dalam hidup adalah saat kita tidak mendapatkan
pertolongan Allah. Seberat apapun persoalan, akan menjadi ringan bila ditolong
Allah. Pertanyaannya, bagaimana agar kita layak ditolong Allah? Jawabannya ada
dalam QS Ath Thalaaq [65] ayat 2-3. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah
niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari
arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada
Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah
melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan
ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. Jadi, kunci pembuka pertolongan Allah ada
dalam ketakwaan kita. Semakin takwa kita, semakin terbuka lebar pintu-pintu
pertolongan Allah. Sebaliknya, semakin ingkar kita, semakin tertutup rapat
pintu-pintu pertolongan Allah.\

Na'udzubillah. Imam Ibnu Atha'ilah menegaskan pesan takwa ini, "Jangan menuntut
Allah karena terlambatnya permintaan yang telah engkau panjatkan kepada-Nya.
Namun, hendaknya engkau koreksi dirimu, tuntut dirimu agar tidak terlambat
melaksanakan kewajiban-kewajiban terhadap Tuhanmu".

Saudaraku, ada banyak kewajiban yang harus kita tunaikan kepada Allah. Di
antara yang banyak tersebut ada beberapa amalan dasar, sekaligus kunci pembuka
datangnya pertolongan Allah. Saat kita mampu mengamalkannya dengan istikamah,
insya Allah kebaikan-kebaikan lainnya akan terbuka.

Pertama, mencintai masjid. Masjid adalah rumah Allah yang ada di bumi. Tidak
ada tempat yang paling dicintai Allah di bimi selain masjid. Pertolongan Allah
akan datang kepada siapapun yang cinta dan gemar memakmurkan masjid. Karena
itu, syarat pertama agar ditolong Allah adalah mencintai masjid. Pastikan tidak
shalat (wajib), kecuali di masjid. Lebih utama pula dengan shalat tepat waktu
dan berjamaah. Agendakan untuk menghadiri majelis-majelis dzikir di masjid.
Serta sisihkan sebagian rezeki untuk memakmurkan masjid.

Kedua, tahajud. Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat dicintai
Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa pada waktu tersebut, Allah Swt.
turun ke bumi dan mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan hamba-hamba-Nya.
Tidak ada satu pun shalat sunnat yang begitu diperhatikan Rasulullah SAW
kecuali shalat tahajud. Sangat rugi orang yang menyia-nyiakan waktu sepertiga
malam terakhir. Sebab, ia telah menyia-nyiakan datangnya pertolongan Allah.

Ketiga, sedekah. Amalan ini sungguh luar biasa. Dengan bersedekah, rezeki akan
tambah melimpah dan berkah, urusan menjadi mudah, kita pun akan terhindar dari
musibah. Jaminan dari Allah demikian pasti kepada ahli sedekah. Maka, jangan
sia-siakan kesempatan beredekah. Pastikan tiada hari tanpa sedekah. Awali
hari-hari kita dengan bersedekah.

Keempat, bantu orang lain. Sesungguhnya Allah akan menolong orang-orang yang
gemar menolong saudaranya. Mudahkan pula urusan orang lain, niscaya Allah akan
memudahkan urusan kita. Pokoknya, tiada hari tanpa menolong orang lain. Dan
jangan pilih-pilih dalam menolong.

Kelima, banyak bershalawat kepada Rasulullah SAW. Rasul adalah manusia yang
paling dicintai Allah. Karena itu, cinta Allah akan kita dapatkan saat kita
mencintai hamba yang paling dicintainya. Bila Allah sudah cinta, pertolongannya
akan terbuka bagi kita. Wallaahu a'lam